Politicians are still greedy, waiting for the world to change
School is expensive, waiting for the world to change
People cant tell who’s right or wrong, waiting for the world to change
Students are still fighting, waiting for the world to change
People disbelieve their leaders, waiting for the world to change
People hating their country, waiting for the world to change
Sponsors never trusts hiphop, waiting for the world to change
Most of Indonesia has no access to information and education, waiting for the world to change
The media spins whatever news that sells the most, waiting for the world to change
The media is taking sides, waiting for the world to change
Books are extremely expensive, waiting for the world to change
Law enforcements are corrupted and break the law they swore to protect, waiting for the world to change
So little real role models in Indonesia, waiting for the world to change
…
hhhhhhhh, i hate waiting.
We’ll make the change today.
There must be something we can do.
There must be something YOU can do.
What do you do for a living?
What can you do?
What can i do?
There must be something we can do.
Sorry John.
Waiting sucks.
and there...July, 9th 2009
the election....pheeeewwww....suck!
Jakarta, 22 Juni 2009
[aprilia]
Tentang Ku...
Dear Guest,
Welcome to apriliahoney.blogspot.com
Blog ku ini berisi tentang apa yang pernah dan sedang aku rasakan, lihat, dan dengar. Aku tidak menganut paham tertentu dalam membuat tulisan-tulisannya. Semua aku biarkan mengalir begitu saja. Karena disitulah aku menemukan kemerdekaan..kemerdekaanku dalam mengungkapkan semua perasaanku, hasratku, citaku, dan cintaku.
Selamat membaca...semoga apa yang aku tulis didalamnya dapat memberikan kesan dan menginspirasi anda.
Wish you have a wonderfull day...Thanks for coming !
Regards,
Aprilia
Welcome to apriliahoney.blogspot.com
Blog ku ini berisi tentang apa yang pernah dan sedang aku rasakan, lihat, dan dengar. Aku tidak menganut paham tertentu dalam membuat tulisan-tulisannya. Semua aku biarkan mengalir begitu saja. Karena disitulah aku menemukan kemerdekaan..kemerdekaanku dalam mengungkapkan semua perasaanku, hasratku, citaku, dan cintaku.
Selamat membaca...semoga apa yang aku tulis didalamnya dapat memberikan kesan dan menginspirasi anda.
Wish you have a wonderfull day...Thanks for coming !
Regards,
Aprilia
Minggu, 21 Juni 2009
Selasa, 02 Juni 2009
Sederhana = Bahagia
Diawali dengan sebuah pernyataan yang bersirkulasi di kepalaku...
“Semakin sederhana seseorang, semakin sederhana ekspektasinya terhadap kebahagiaan”
Aku meyakini ini.
Semakin jauh kita dari kesederhanaan, semakin kebahagiaan merupakan sesuatu yang kompleks.
Aku rasa, dalam relationship, perempuan juga mencari hal ini..
Ada 2 jenis kesederhanaan dalam pria yang dicari perempuan.
Sederhana dalam kepribadian.
dan (jangan ketawa)
Sederhana dalam materi.
Ada perempuan yang memang mencari pria yang sederhana dalam materi, dengan keyakinan bahwa dengan keadaan ekonomi yang biasa biasa saja, dia akan lebih bahagia. Lebih jauh dari masalah.
Ada juga perempuan yang mencari pria yang sederhana dalam kepribadian.
Disini, biasanya, duda atau pria beristri menang.
Karena biasanya 2 yang diatas mulai menyadari bahwa pria, dimana mana, sebenarnya hanya butuh seorang wanita untuk bisa bersamanya. Titik.
Bukan kehadiran wanita seksi, bukan wanita cerdas, bukan wanita yang dandan.
Hanya kehadiran seorang wanita.
kalau udah begini, ekspektasi akan kebahagiaan mereka sangat sederhana.
Disinilah kebahagiaan muncul.
Bukan mapan, bukan bijak, bukan dewasa yang menjadi kualitas pria duda atau pria beristri.
Tapi kesederhanaan dalam menjalankan hubungan, dan kehidupan.
Nggak lagi nyari nyari, nggak lagi panikan, nggak lagi sibuk mencari eksistensi, nggak lagi sibuk mencari jati diri…
Gak ribet.
Sederhana.
Orang yang kehidupannya udah ribet, cenderung menjalankan kehidupannya itu dengan sederhana.
Dalam mencintai seseorang, semakin sederhana hal hal yang kita cintai, semakin bahagia kita dalam menjalankan hubungan.
Bayangkan, seorang suami, yang begitu mencintai suara istrinya yang sedang berbicara, atau mencintai wangi tubuhnya, mencintai lembut kulitnya ketika tidur, ini adalah hal hal yang sederhana.
Bandingkan, seorang suami yang mencintai istrinya ketika sedang bercinta, atau mencintai istrinya kalau istrinya lagi dandan, atau cinta istrinya kalau lagi MUDA. Hehehehe.
Ribet ga sih?
Make it simple...it will make u happy
Jakarta, 3 Juni 2009
[aprilia]
“Semakin sederhana seseorang, semakin sederhana ekspektasinya terhadap kebahagiaan”
Aku meyakini ini.
Semakin jauh kita dari kesederhanaan, semakin kebahagiaan merupakan sesuatu yang kompleks.
Aku rasa, dalam relationship, perempuan juga mencari hal ini..
Ada 2 jenis kesederhanaan dalam pria yang dicari perempuan.
Sederhana dalam kepribadian.
dan (jangan ketawa)
Sederhana dalam materi.
Ada perempuan yang memang mencari pria yang sederhana dalam materi, dengan keyakinan bahwa dengan keadaan ekonomi yang biasa biasa saja, dia akan lebih bahagia. Lebih jauh dari masalah.
Ada juga perempuan yang mencari pria yang sederhana dalam kepribadian.
Disini, biasanya, duda atau pria beristri menang.
Karena biasanya 2 yang diatas mulai menyadari bahwa pria, dimana mana, sebenarnya hanya butuh seorang wanita untuk bisa bersamanya. Titik.
Bukan kehadiran wanita seksi, bukan wanita cerdas, bukan wanita yang dandan.
Hanya kehadiran seorang wanita.
kalau udah begini, ekspektasi akan kebahagiaan mereka sangat sederhana.
Disinilah kebahagiaan muncul.
Bukan mapan, bukan bijak, bukan dewasa yang menjadi kualitas pria duda atau pria beristri.
Tapi kesederhanaan dalam menjalankan hubungan, dan kehidupan.
Nggak lagi nyari nyari, nggak lagi panikan, nggak lagi sibuk mencari eksistensi, nggak lagi sibuk mencari jati diri…
Gak ribet.
Sederhana.
Orang yang kehidupannya udah ribet, cenderung menjalankan kehidupannya itu dengan sederhana.
Dalam mencintai seseorang, semakin sederhana hal hal yang kita cintai, semakin bahagia kita dalam menjalankan hubungan.
Bayangkan, seorang suami, yang begitu mencintai suara istrinya yang sedang berbicara, atau mencintai wangi tubuhnya, mencintai lembut kulitnya ketika tidur, ini adalah hal hal yang sederhana.
Bandingkan, seorang suami yang mencintai istrinya ketika sedang bercinta, atau mencintai istrinya kalau istrinya lagi dandan, atau cinta istrinya kalau lagi MUDA. Hehehehe.
Ribet ga sih?
Make it simple...it will make u happy
Jakarta, 3 Juni 2009
[aprilia]
Langganan:
Postingan (Atom)