Siapa diriku sudah cukup baik apabila aku menjadi diriku sendiri dengan berterus terang. Aku menulis ini sebagai jawaban dari pertanyaan-pertanyaanku sendiri ''bagaimana aku dapat mempersiapkan diri untuk menjalani kehidupanku?''. Aku adalah Aku.
Di seluruh penjuru dunia ini, tak ada satu orang pun yang benar-benar tepat menyerupai aku. Ada orang-orang yang memiliki beberapa bagian yang mirip dengan punyaku namun tak seorangpun yang seluruh bagiannya persis seperti aku. Karena itu, segala sesuatu yang keluar dariku adalah asli milikku karena aku sendiri yang memilihnya.
Aku memiliki segalanya dari diriku,tubuhku,termasuk segala sesuatu yang menyusunnya ; pikiranku..termasuk semua wawasan dan semua gagasanku, mataku..termasuk semua yang dapat ku lihat dan ku tangkap, perasaanku..apapun bentuknya kemarahan,kegembiraan,sedih,frustasi,cinta,kekecewaan,gairah dan apapun yang aku rasakan, mulutku...termasuk semua kata-kata yang keluar darinya apakah itu sopan,lembut,manis atau kasar,benar atau salah,jujur atau bohong, suaraku...apakah itu keras atau lembut, dan semua tindakanku...entah terhadap orang-orang lain atau terhadap diriku sendiri.
Aku memiliki fantasi-fantasi, impian-impian, harapan-harapan, dan ketakutan-ketakutanku sendiri. Aku memiliki semua kemenangan dan kesuksesanku,dan tentunya termasuk dengan seluruh kegagalan dan kekeliruanku.
Karena aku memiliki seluruh diriku sendiri, aku dapat benar-benar mengenal diriku sendiri. Dengan demikian, aku dapat mencintai diriku sendiri dan bersikap bersahabat dengan semua bagian dari diriku. Dan selanjutnya aku dapat membuka kemungkinan bagi segenap bagian diriku utnuk bergerak demi keinginan-keinginanku.
Aku tau bahwa ada hal-hal dari diriku sendiri yang kadang membuatku bingung, dan hal-hal lain yang kadan tidak aku ketahui pula. Namun sepanjang aku bersikap ramah serta mencintai diriku sendiri, aku dapat dengan penuh keberanian dan harapan mencari solusi-solusi bagi kebingunganku itu berikut dengan cara-cara untuk lebih memahami diriku sendiri.
Bagaimanapun rupa dan suaraku, apapun yang aku katakan dan kerjakan, serta apapun yang aku pikirkan dan rasakan pada suatu waktu, itu adalah aku. Itu otentik dan menampilkan sosokku dimana aku berada waktu itu.
Ketika selanjutnya aku menelaah bagaimana penampilan dan suaraku, apa yang aku katakan dan lakukan, dan bagaimana aku berpikir dan merasakan, beberapa bagianku terlihat menjadi tak pantas lagi. Aku dapat membuang yang tidak pantas dan mempertahankan yang terbukti pantas, serta menemukan sesuatu yang baru untuk menggantikan yang aku buang.
Aku dapat melihat, mendengar, merasakan, berpikir, bicara dan bekerja. Aku mempunyai perlengkapan-perlengkapan untuk bertahan hidup, untuk dekat dengan orang lain, untuk bekerja produktif, untuk memahami dan menata dunia yang terdiri dari orang-orang dan hal-hal di luar diriku.
Aku memiliki diriku sendiri dan karenanya aku dapat merekayasa diriku sendiri seperti apapun.
Aku adalah Aku.
Jakarta, May 2008
[aprilia]
1 komentar:
pasti pernah nonton the matrix
(siapa yang bisa melewatkan Neo yang macho sekaligus jenius..?)
pertanyaannya adalah : benarkah kita ini seperti apa yang kita lihat dan rasakan sekarang ini?
apakah semuanya bukanlah hanya "persepsi" kita dan "bagaimana" kita memandang serta mempersepsikan "apa dan siapa" kita dan hidup kita ini?
...............................
Posting Komentar