Sebenernya aku mau bikin cerpen..tapi kelihatannya ngga keburu deh...Karena hari ini lumayan busy, menguras tenaga dan pikiran. Tapi ngga membuatku urung untuk tetap menulis blog....So, inilah tulisanku....
Kau, sosok yang tiba-tiba hadir dalam perjalanan hidupku. Kau istimewa dengan apa adanya dirimu. Kau hadir ketika aku bahagia, namun kau tetap ada ketika aku bersedih.
Awalnya aku tidak memperhatikan keberadaanmu, bahkan aku tidak menempatkanmu sebagai sosok yang istimewa. Namun ternyata aku salah, karena kehadiaranmu membuat perjalanan hidupku lebih bermakna. Banyak nasehat dan petuah ku dapatkan darimu.
Mengenalmu adalah hal indah dalam perjalanan hidupku. Kau adalah sesuatu yang istimewa, yang menjadikan hidupku lebih berwarna dan bermakna. Aku pernah tidak mempercayai cinta dan tak mau mengenal cinta lagi. Namun hadirmu merubah pandanganku dan perlahan aku mulai mempercayai cinta lagi. Kau hadir sebagai dirimu, apa adanya, namun itulah yang membuatmu istimewa. Kebersamaan yang kita jalani terasa begitu manis dan menyenangkan. Aku menemukan sesuatu yang tak pernah aku dapatkan manakala aku jalani hari-hariku sebelumnya.
Kau menunjukkan padaku, bahwa dunia ini begitu indah dan penuh dengan hal baik. Kau membukakan mataku bahwa apa pernah aku alami hanyalah hal kecil dan tidak perlu membuatku terpuruk. Bahkan seharusnya aku merasa beruntung karena masih diberi kesempatan dan kelebihan lain dibandingkan orang-orang lain di sekeliling ku. Kau sungguh membuatku lebih bijaksana dan dewasa dalam menyikapi segala sesuatu.
Ketika kau katakan bahwa kau mencintainya dan juga mencintaiku, Di dalam hatiku pun aku mulai mencintaimu, bahkan ketika aku belum menyadarinya, aku telah mencintaimu. Aku sedih, aku kecewa bahkan aku ingin marah. Namun, antara kita memang tidak pernah ada ikatan kata resmi. Jadi, aku tidak bisa menyalahkan mu, atau memintamu untuk memepertanggung-jawabkan atas apa yang terjadi pada perasaanku ini, terlebih dengan hubungan ini. Aku tak pernah meminta rasa ini, cinta yang kurasakan adalah anugerah Allah dan tak kan kucoba memungkirinya.
Jakarta, 22 September 2008
[aprilia]
Tidak ada komentar:
Posting Komentar