Berkali-kali aku mencoba...
tapi kenyataannya...
Easier said than done.
Dari kecil sekali, orang tuaku slalu ingatkan.
“Jangan lupa bilang tolong, terimakasih dan maaf”
3 kata diatas selalu aku ucapkan.
At least aku selalu berusaha untuk ucapkan…
Tapi kalau dengan yang namanya MEMAAFKAN beda lagi urusannya…
Nah ketika kita pada umumnya bilang “Baiklah Saya maafkan..” seringkali hanya dimulut saja.
Aku berusaha sekeras mungkin untuk bisa “memaafkan” di mulut dan juga “memaafkan” di hati…
Tapi ketika itu sudah tercapai, ada satu lagi masalah
“Forget”
I dont easily forget.
Especially when people hurt me !
I NEVER forget.
Apakah itu salah?
Haruskah aku untuk “Forgive and Forget” ?
Tidak bisakah aku Forgive secara tulus, tidak hanya di mulut namun tidak Forget?
Forgive and Forget
What a weird concept... :(
Jakarta, 18 February 2009
[aprilia]
Tidak ada komentar:
Posting Komentar