The perfect man is gentle And never cruel or mean..
The perfect man likes kids And will raise them by your side
He will be a caring father, And good husband to his bride
The perfect man loves cooking
He will clean and vacuum, too
He'll do what's in his power To show his love for you
He never makes you cry Nor caused you hurt in any way
To hell with this endless poem -- The perfect man is gay
Jakarta, 27 August 2009
[aprilia]
Tentang Ku...
Dear Guest,
Welcome to apriliahoney.blogspot.com
Blog ku ini berisi tentang apa yang pernah dan sedang aku rasakan, lihat, dan dengar. Aku tidak menganut paham tertentu dalam membuat tulisan-tulisannya. Semua aku biarkan mengalir begitu saja. Karena disitulah aku menemukan kemerdekaan..kemerdekaanku dalam mengungkapkan semua perasaanku, hasratku, citaku, dan cintaku.
Selamat membaca...semoga apa yang aku tulis didalamnya dapat memberikan kesan dan menginspirasi anda.
Wish you have a wonderfull day...Thanks for coming !
Regards,
Aprilia
Welcome to apriliahoney.blogspot.com
Blog ku ini berisi tentang apa yang pernah dan sedang aku rasakan, lihat, dan dengar. Aku tidak menganut paham tertentu dalam membuat tulisan-tulisannya. Semua aku biarkan mengalir begitu saja. Karena disitulah aku menemukan kemerdekaan..kemerdekaanku dalam mengungkapkan semua perasaanku, hasratku, citaku, dan cintaku.
Selamat membaca...semoga apa yang aku tulis didalamnya dapat memberikan kesan dan menginspirasi anda.
Wish you have a wonderfull day...Thanks for coming !
Regards,
Aprilia
Rabu, 26 Agustus 2009
Senin, 24 Agustus 2009
Di Balik Sepiring Banana Split (Cerpen lagi nih...)
Reposting yah...
...
Satu sore di sebuah mal, seorang anak berusia sekitar 8 tahun berlari kecil. Dengan baju agak ketinggalan mode, sandal jepit berlumur tanah, berbinar-binar senyumnya saat dia masuk ke sebuah counter es krim ternama.
Karena tubuhnya tidak terlalu tinggi, dia harus berjinjit di depan lemari kaca penyimpan es krim. Penampilannya yang agak lusuh jelas kontras dibanding lingkungan mal yg megah, mewah, indah dan harum.
“Mbak, Sunday cream berapa?” si bocah bertanya, sambil tetap berjinjit agar pramusaji dapat melihat sedikit kepalanya,
yang rambutnya sudah lepek basah karena keringatnya berlari tadi. “Sepuluh ribu!” yang ditanya menjawab.
Si bocah turun dari jinjitannya, lantas merogoh kantong celananya, menghitung recehan dan beberapa lembar ribuan lusuh miliknya.
Kemudian sigap cepat si bocah menjinjit lagi. “Mbak, kalo Plain cream yang itu berapa?”
Pramusaji mulai agak ketus, maklum di belakang pelanggan yang ingusan ini, masih banyak pelanggan “berduit” lain yang mengantri. “Sama aja, sepuluh ribu!” jawabnya.
Si bocah mulai menatap tangannya di atas kantong, seolah menebak berapa recehan dan ribuan yang tadi dimilikinya.
“Kalau banana split berapa, Mbak?”
“Delapan ribu!” ujar pramusaji itu sedikit menghardik tanpa senyum.
Berkembang kembali senyum si bocah, kali ini dengan binar mata bulatnya yang terlihat senang, “ya, itu aja Mbak, tolong 1 piring”. Kemudian si bocah menghitung kembali uangnya dan memberikan kepada pramusaji yang sepertinya sudah tak sabar itu.
Tidak lama kemudian sepiring banana split diberikan pada si bocah itu, dan pramusaji tidak lagi memikirkannya. Antrian pelanggan yang tampak lebih rapi dan berdandan trendi banyak sekali mengantri.
Detik berlalu menit, dan menit berlalu. Si bocah tak terlihat lagi dimejanya, Cuma bekas piringnya saja. Pramusaji tadi bergegas membersihkan sisa pelanggan lain. Termasuk piring bekas banana split bekas bocah tadi.
Bibirnya sedikit terbuka, matanya sedikit terbebalak. Ketika diangkatnya piring banana split bocah tadi, di baliknya
Ditemukan 2 recehan 500 rupiah dibungkus selembar seribuan. Apakah ini? Tips? Terbungkus rapi sekali... rapi !
Terduduk si pramusaji tadi, di kursi bekas si bocah menghabiskan Banana splitnya. Ia tersadar, sebenarnya sang bocah tadi bisa saja Menikmati Splain Cream atau Sunday chocolate, tapi bocah itu mengorbankan keinginan pribadinya dengan maksud supaya bisa memberi tips kepada dirinya.
Sisa penyesalan tersumbat di kerongkongannya. Disapu seluruh lantai dasar mall itu dengan matanya, tapi bocah itu tak tampak lagi.
Jakarta, 25 August 2009
[aprilia]
...
Satu sore di sebuah mal, seorang anak berusia sekitar 8 tahun berlari kecil. Dengan baju agak ketinggalan mode, sandal jepit berlumur tanah, berbinar-binar senyumnya saat dia masuk ke sebuah counter es krim ternama.
Karena tubuhnya tidak terlalu tinggi, dia harus berjinjit di depan lemari kaca penyimpan es krim. Penampilannya yang agak lusuh jelas kontras dibanding lingkungan mal yg megah, mewah, indah dan harum.
“Mbak, Sunday cream berapa?” si bocah bertanya, sambil tetap berjinjit agar pramusaji dapat melihat sedikit kepalanya,
yang rambutnya sudah lepek basah karena keringatnya berlari tadi. “Sepuluh ribu!” yang ditanya menjawab.
Si bocah turun dari jinjitannya, lantas merogoh kantong celananya, menghitung recehan dan beberapa lembar ribuan lusuh miliknya.
Kemudian sigap cepat si bocah menjinjit lagi. “Mbak, kalo Plain cream yang itu berapa?”
Pramusaji mulai agak ketus, maklum di belakang pelanggan yang ingusan ini, masih banyak pelanggan “berduit” lain yang mengantri. “Sama aja, sepuluh ribu!” jawabnya.
Si bocah mulai menatap tangannya di atas kantong, seolah menebak berapa recehan dan ribuan yang tadi dimilikinya.
“Kalau banana split berapa, Mbak?”
“Delapan ribu!” ujar pramusaji itu sedikit menghardik tanpa senyum.
Berkembang kembali senyum si bocah, kali ini dengan binar mata bulatnya yang terlihat senang, “ya, itu aja Mbak, tolong 1 piring”. Kemudian si bocah menghitung kembali uangnya dan memberikan kepada pramusaji yang sepertinya sudah tak sabar itu.
Tidak lama kemudian sepiring banana split diberikan pada si bocah itu, dan pramusaji tidak lagi memikirkannya. Antrian pelanggan yang tampak lebih rapi dan berdandan trendi banyak sekali mengantri.
Detik berlalu menit, dan menit berlalu. Si bocah tak terlihat lagi dimejanya, Cuma bekas piringnya saja. Pramusaji tadi bergegas membersihkan sisa pelanggan lain. Termasuk piring bekas banana split bekas bocah tadi.
Bibirnya sedikit terbuka, matanya sedikit terbebalak. Ketika diangkatnya piring banana split bocah tadi, di baliknya
Ditemukan 2 recehan 500 rupiah dibungkus selembar seribuan. Apakah ini? Tips? Terbungkus rapi sekali... rapi !
Terduduk si pramusaji tadi, di kursi bekas si bocah menghabiskan Banana splitnya. Ia tersadar, sebenarnya sang bocah tadi bisa saja Menikmati Splain Cream atau Sunday chocolate, tapi bocah itu mengorbankan keinginan pribadinya dengan maksud supaya bisa memberi tips kepada dirinya.
Sisa penyesalan tersumbat di kerongkongannya. Disapu seluruh lantai dasar mall itu dengan matanya, tapi bocah itu tak tampak lagi.
Jakarta, 25 August 2009
[aprilia]
Minggu, 23 Agustus 2009
i'm smile...anyway
smiling here...alone
no one...nobody's...understand me
i just trying to understand
trying hard to
what i've got?
people...missunderstood me
maybe they just don't want to understand me
maybe they just don't know about me
yea...yea...
but at least i learned something
only God can judge me and so either love me
and everydoby have a choice and so am i
like or dislike...
i just don't care
Jakarta, 24 August 2009
[aprilia]
no one...nobody's...understand me
i just trying to understand
trying hard to
what i've got?
people...missunderstood me
maybe they just don't want to understand me
maybe they just don't know about me
yea...yea...
but at least i learned something
only God can judge me and so either love me
and everydoby have a choice and so am i
like or dislike...
i just don't care
Jakarta, 24 August 2009
[aprilia]
Rabu, 19 Agustus 2009
the Message (I love U Papa...)
Tuesday, 18 August 2009
2.40 pm , in my room
my mobile phone is ringing
checking and reading a message
...
'' Jarak paling jauh antara masalah dengan solusi hanyalah sejauh lutut dg lantai
Orang yang masih mampu & mau berlutut kpd TUHANnya,
pasti akan diberi kemampuan utk berdiri kembali...''
...
Will always remember that Dad...
Thanks for support...for love...for everything...
God, please takecare of him for me
Jakarta, 20 August 2009
[aprilia]
2.40 pm , in my room
my mobile phone is ringing
checking and reading a message
...
'' Jarak paling jauh antara masalah dengan solusi hanyalah sejauh lutut dg lantai
Orang yang masih mampu & mau berlutut kpd TUHANnya,
pasti akan diberi kemampuan utk berdiri kembali...''
...
Will always remember that Dad...
Thanks for support...for love...for everything...
God, please takecare of him for me
Jakarta, 20 August 2009
[aprilia]
Selasa, 11 Agustus 2009
the prayer
Dear God,
Hello God. How are you?
Are you busy? Can I ask you sometime, here.
It's me.
Sorry, I haven't talked to you lately.
I've been experiencing a lot these days.
From sadness to happiness to anger to another sorrow.
I know it is You who has this universe.
It is also You who decides the destiny of each people here.
I do understand. I really do.
...
Can I ask you something.
Well, I think I must ask you regardless whatever Your answers will be.
I know you may answer yes, no, or not now.
but again, I think I should ask You for this.
...
I know I cannot turn back time, and I know I've made a lot of mistakes.
First I was a child, then I was a teenager
I made my parents dissapointed once, I made them cried...my mom
I am really sorry.
Would You tell them how I'm sorry...? Please?
...
Not only my parents,
but I, sometime, made some people sad, angry, furious of even blazed out.
Would You tell them, I'd like to extend my apologize. my heartfelt ones.
For I live the now, I really want to make it better.
I wish I could be a better person in every role.
I want to see the smile on everybody's face.
A sincere and lovely smile of the people I love.
Would You, God, give me a slight of chance to make it happen?
A chance for me also to see them smiling.
Thank you, God.
I'm trully sorry for taking Your time and asking You too much.
I'll talk to You soon. very soon.
Many thanks,
aprilia
Jakarta, 11 August 2009
[aprilia]
Hello God. How are you?
Are you busy? Can I ask you sometime, here.
It's me.
Sorry, I haven't talked to you lately.
I've been experiencing a lot these days.
From sadness to happiness to anger to another sorrow.
I know it is You who has this universe.
It is also You who decides the destiny of each people here.
I do understand. I really do.
...
Can I ask you something.
Well, I think I must ask you regardless whatever Your answers will be.
I know you may answer yes, no, or not now.
but again, I think I should ask You for this.
...
I know I cannot turn back time, and I know I've made a lot of mistakes.
First I was a child, then I was a teenager
I made my parents dissapointed once, I made them cried...my mom
I am really sorry.
Would You tell them how I'm sorry...? Please?
...
Not only my parents,
but I, sometime, made some people sad, angry, furious of even blazed out.
Would You tell them, I'd like to extend my apologize. my heartfelt ones.
For I live the now, I really want to make it better.
I wish I could be a better person in every role.
I want to see the smile on everybody's face.
A sincere and lovely smile of the people I love.
Would You, God, give me a slight of chance to make it happen?
A chance for me also to see them smiling.
Thank you, God.
I'm trully sorry for taking Your time and asking You too much.
I'll talk to You soon. very soon.
Many thanks,
aprilia
Jakarta, 11 August 2009
[aprilia]
Kamis, 06 Agustus 2009
07.08.09
Pagi ini...
kulihat jam digital di hp...aku terbangun di jam 06.07 am
hari ini Jumat tanggal 07.08.09
daaaannn....sampai dikantor aku melihat jam di mesin absensi menunjukkan 08:09:10 am
APA INI???
After i'm finished my briefing this morning...
i've deadline to fixed my job today and done at 11:12:13 am
BELIEVE IT OR NOT...
ketidak sengajaan yang luar biasa
diluar batas kesadaranku sebagai manusia biasa
entah apa maksud dengan yang aku alami hari ini
its so unbelieveable
its amazing
and its miracle ???
Jakarta, 07 August 2009
[aprilia]
kulihat jam digital di hp...aku terbangun di jam 06.07 am
hari ini Jumat tanggal 07.08.09
daaaannn....sampai dikantor aku melihat jam di mesin absensi menunjukkan 08:09:10 am
APA INI???
After i'm finished my briefing this morning...
i've deadline to fixed my job today and done at 11:12:13 am
BELIEVE IT OR NOT...
ketidak sengajaan yang luar biasa
diluar batas kesadaranku sebagai manusia biasa
entah apa maksud dengan yang aku alami hari ini
its so unbelieveable
its amazing
and its miracle ???
Jakarta, 07 August 2009
[aprilia]
cermin kehidupan
hidup tidaklah untuk mengeluh dan mengaduh
hidup adalah untuk mengolah hidup
bekerja...membalik tanah...memasuki rahasia langit dan samudera
serta mencipta dan mengukir dunia
...
kita menyandang tugas karena tugas adalah tugas
bukan demi surga atau neraka
tetapi demi kehormatan sebagai seorang manusia
karena sesungguhnya aku...kamu...kita hanyalah debu
...
Namun, meskipun kita rapuh...kita adalah sebuah kepribadian
dan harga diri kita adalah kehormatan kita
tengoklah ke belakang...ke masa silam...jadikan sebagai cerminmu
yang tak seorangpun kuasa untuk menghapusnya
Jakarta, 07 Agustus 2009
[aprilia]
hidup adalah untuk mengolah hidup
bekerja...membalik tanah...memasuki rahasia langit dan samudera
serta mencipta dan mengukir dunia
...
kita menyandang tugas karena tugas adalah tugas
bukan demi surga atau neraka
tetapi demi kehormatan sebagai seorang manusia
karena sesungguhnya aku...kamu...kita hanyalah debu
...
Namun, meskipun kita rapuh...kita adalah sebuah kepribadian
dan harga diri kita adalah kehormatan kita
tengoklah ke belakang...ke masa silam...jadikan sebagai cerminmu
yang tak seorangpun kuasa untuk menghapusnya
Jakarta, 07 Agustus 2009
[aprilia]
Langganan:
Postingan (Atom)