Ketulusan dan kejujuran harus dibayar mahal jaman sekarang...Ngga semuanya bisa dilihat dengan 'mata telanjang'. Kebohongan, ketidak jujuran, ketidak tulusan sangat terlihat jelas bila mata hati kita masih berfungsi dengan baik. TOPENG KEMUNAFIKAN aku lebih senang menyebutnya seperti itu.
Kebahagiaan yang kita dapat adalah kesedihan bagi mereka. Senang melihat orang lain menderita, dan menderita melihat orang lain senang atau bahagia. SAKIT!!! Ini bukan sebuah cerpen atau dongeng, lebih tepatnya adalah refleksi dari kemarahan, kekecewaan, kesedihan, sakit hati dan ibarat tintapun tidak dapat menggoreskan kata-katanya lagi.
Pertemanan hanyalah sebatas koneksi bagi kita untuk memperlancar jalan yang kita atau mereka inginkan. Basa basi sudah sepantasnyalah mereka atau kita perankan. Tidak lagi memakai kejujuran, keterbukaan atau belas kasihan lagi. Saling menikam dari belakang itu terasa. Diantara manusia-manusia seperti itulah mata hati harus digunakan.
Duh Gusti, mohon jauhkanlah hamba dari orang-orang dengan topeng-topeng kemunafikan seperti itu. Sedih dan sakit hati ini bila menemui atau mendapatkan orang-orang disekitar hamba seperti itu. Bahkan mungkin lebih sering menjadi korban dari keegoisan mereka.
Tidak apa, aku selalu menentramkan hati ini. Saatnya melihat dan menilai, mana teman mana lawan. Kalau bisa sebelum kita dimakan kita yang menerkam. Jahat memang bila kita berlaku seperti itu, dan kita seperti mereka juga. Miris. Namun realita kehidupan ini tidak dapat dipungkiri lagi. Saatnya berontak dan bangun. Akupun muak untuk berpura-pura baik dan peduli.
Jakarta, 30 Maret 2010
[aprilia]
Tentang Ku...
Dear Guest,
Welcome to apriliahoney.blogspot.com
Blog ku ini berisi tentang apa yang pernah dan sedang aku rasakan, lihat, dan dengar. Aku tidak menganut paham tertentu dalam membuat tulisan-tulisannya. Semua aku biarkan mengalir begitu saja. Karena disitulah aku menemukan kemerdekaan..kemerdekaanku dalam mengungkapkan semua perasaanku, hasratku, citaku, dan cintaku.
Selamat membaca...semoga apa yang aku tulis didalamnya dapat memberikan kesan dan menginspirasi anda.
Wish you have a wonderfull day...Thanks for coming !
Regards,
Aprilia
Welcome to apriliahoney.blogspot.com
Blog ku ini berisi tentang apa yang pernah dan sedang aku rasakan, lihat, dan dengar. Aku tidak menganut paham tertentu dalam membuat tulisan-tulisannya. Semua aku biarkan mengalir begitu saja. Karena disitulah aku menemukan kemerdekaan..kemerdekaanku dalam mengungkapkan semua perasaanku, hasratku, citaku, dan cintaku.
Selamat membaca...semoga apa yang aku tulis didalamnya dapat memberikan kesan dan menginspirasi anda.
Wish you have a wonderfull day...Thanks for coming !
Regards,
Aprilia
Senin, 29 Maret 2010
Selasa, 09 Maret 2010
make it mine
I've said that:
'' 2009 is my year ''
and will keep my finger crossed and make it
'' 2010 is my year '' too
Amien
Jakarta, 10 Maret 2010
[aprilia]
'' 2009 is my year ''
and will keep my finger crossed and make it
'' 2010 is my year '' too
Amien
Jakarta, 10 Maret 2010
[aprilia]
prayer_10-03-10
Pagi ini ketika aku melangkahkan kakiku keluar rumah...
Tuhan, aku memohon bisa bahagia dengan orang-orang yang aku temui hari ini
Aku juga memohonkan bahwa mereka juga bahagia dengan keberadaanku
Semua kuserahkan kepadaMu,
sehingga tidak perlu ada khawatir dan ada ketakutan
Karena aku yakin,
setiap harinya akan selalu ada kejutan-kejutan indah untukku
Semoga aku dan orang-orang disekitarku dapat saling belajar dan memberi manfaat
Tuhan, maafkan jika aku rapuh dan sering mengeluh
Mulai hari ini, aku seharusnya bersyukur dengan semua nikmat yang tidak bisa kuhitung
Aku masih bisa bernafas dan masih bisa berjalan
Mohon jauhkan aku dari berkeluh kesah
kesempitan pikiran
kekotoran hati
dan kemalasan tubuh ini
Jagalah orang-orang yang kusayangi
dan lindungi mereka selalu
Jakarta, 10 Maret 2010
[aprilia]
Tuhan, aku memohon bisa bahagia dengan orang-orang yang aku temui hari ini
Aku juga memohonkan bahwa mereka juga bahagia dengan keberadaanku
Semua kuserahkan kepadaMu,
sehingga tidak perlu ada khawatir dan ada ketakutan
Karena aku yakin,
setiap harinya akan selalu ada kejutan-kejutan indah untukku
Semoga aku dan orang-orang disekitarku dapat saling belajar dan memberi manfaat
Tuhan, maafkan jika aku rapuh dan sering mengeluh
Mulai hari ini, aku seharusnya bersyukur dengan semua nikmat yang tidak bisa kuhitung
Aku masih bisa bernafas dan masih bisa berjalan
Mohon jauhkan aku dari berkeluh kesah
kesempitan pikiran
kekotoran hati
dan kemalasan tubuh ini
Jagalah orang-orang yang kusayangi
dan lindungi mereka selalu
Jakarta, 10 Maret 2010
[aprilia]
Kamis, 04 Februari 2010
again...i am not GLitterati!
such a glitterati,she walks on a red carpet,captured into a hundred of photos,wearing a nice dress,no hurt feeling inside,smiles and says cheese to others,nothing's gonna be wrong,because she always on a "safe"life...and i'm not tat kind of person......!!!!!!
Jakarta, 04 Februari 2010
[aprilia]
Jakarta, 04 Februari 2010
[aprilia]
i am not a SUPERWOMAN!
sometimes,
we feel so weak,and knowing that everything's not gonna be just fine,when u're complaining about...
i'm not tryin' to have a different side of me,hide from the reality,but somehow,every little,has their "dark side"
and can't leave it...
i must be ever discouraged,confused,blamed,hurt,even cried...
so,why people always wanna see us in a"good side",sumtimes,we're a devil,and not always being a superwoman...
as we know that nobody's perfect and all like that so...
and...i am not a SUPERWOMAN!
Jakarta, 04 Februari 2010
[aprilia]
we feel so weak,and knowing that everything's not gonna be just fine,when u're complaining about...
i'm not tryin' to have a different side of me,hide from the reality,but somehow,every little,has their "dark side"
and can't leave it...
i must be ever discouraged,confused,blamed,hurt,even cried...
so,why people always wanna see us in a"good side",sumtimes,we're a devil,and not always being a superwoman...
as we know that nobody's perfect and all like that so...
and...i am not a SUPERWOMAN!
Jakarta, 04 Februari 2010
[aprilia]
Tiada lagi berkata-kata
Ketika pena dan tinta tak dapat lagi menuliskan kata-kata
Biarkanlah asa merengguk sang waktu
Melayang dan terbang jauh
Namun kan tetap kembali dalam peluk kasih mesra
Tiada disakiti...
Tiada menyakiti...
Namun akan terus berkorban demi keabadian
Jakarta, 04 Februari 2010
[aprilia]
Biarkanlah asa merengguk sang waktu
Melayang dan terbang jauh
Namun kan tetap kembali dalam peluk kasih mesra
Tiada disakiti...
Tiada menyakiti...
Namun akan terus berkorban demi keabadian
Jakarta, 04 Februari 2010
[aprilia]
Kamis, 07 Januari 2010
ceritaku tentang '' Ayah ''
Biasanya, bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa, yang sedang bekerja diperantauan, yang ikut suaminya merantau di luar kota atau luar negeri, yang sedang bersekolah atau kuliah jauh dari kedua orang tuanya...Akan sering merasa kangen sekali dengan Mamanya.
Lalu bagaimana dengan Papa?
Mungkin karena Mama lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari,
tapi tahukah kamu, jika ternyata Papa-lah yang mengingatkan Mama untuk menelponmu?
Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, Mama-lah yang lebih sering mengajakmu bercerita atau berdongeng,tapi tahukah kamu, bahwa sepulang Papa bekerja dan dengan wajah lelah Papa selalu menanyakan pada Mama tentang kabarmu dan apa yang kau lakukan seharian?
Pada saat dirimu masih seorang anak perempuan kecil...
papa biasanya mengajari putri kecilnya naik sepeda.
Dan setelah Papa mengganggapmu bisa, Papa akan melepaskan roda bantu di sepedamu...
Kemudian Mama bilang : "Jangan dulu Papa, jangan dilepas dulu roda bantunya" ,Mama takut putri manisnya terjatuh lalu terluka...
Tapi sadarkah kamu?
Bahwa Papa dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu, dan menjagamu mengayuh sepeda dengan seksama karena dia tahu putri kecilnya PASTI BISA.
Pada saat kamu menangis merengek meminta boneka atau mainan yang baru, Mama menatapmu iba. Tetapi Papa akan mengatakan dengan tegas : "Boleh, kita beli nanti, tapi tidak sekarang"
Tahukah kamu, Papa melakukan itu karena Papa tidak ingin kamu menjadi anak yang manja dengan semua tuntutan yang selalu dapat dipenuhi? Saat kamu sakit pilek, Papa yang terlalu khawatir sampai kadang sedikit membentak dengan berkata :
"Sudah di bilang! kamu jangan minum air dingin!". Berbeda dengan Mama yang memperhatikan dan menasihatimu dengan lembut. Ketahuilah, saat itu Papa benar-benar mengkhawatirkan keadaanmu.
Ketika kamu sudah beranjak remaja...
Kamu mulai menuntut pada Papa untuk dapat izin keluar malam, dan Papa bersikap tegas dan mengatakan: "Tidak boleh!".
Tahukah kamu, bahwa Papa melakukan itu untuk menjagamu?
Karena bagi Papa, kamu adalah sesuatu yang sangat - sangat luar biasa berharga..
Setelah itu kamu marah pada Papa, dan masuk ke kamar sambil membanting pintu...
Dan yang datang mengetok pintu dan membujukmu agar tidak marah adalah Mama....
Tahukah kamu, bahwa saat itu Papa memejamkan matanya dan menahan gejolak dalam batinnya. Bahwa Papa sangat ingin mengikuti keinginanmu, Tapi lagi-lagi dia HARUS menjagamu?
Saat kamu mulai lebih dipercaya, dan Papa melonggarkan sedikit peraturan untuk keluar rumah untukmu, kamu akan memaksa untuk melanggar jam malamnya.
Maka yang dilakukan Papa adalah duduk di ruang tamu, dan menunggumu pulang dengan hati yang sangat khawatir...
Dan setelah perasaan khawatir itu berlarut - larut...
Ketika melihat putri kecilnya pulang larut malam hati Papa akan mengeras dan Papa memarahimu...
Sadarkah kamu, bahwa ini karena hal yang di sangat ditakuti Papa akan segera datang?
"Bahwa putri kecilnya akan segera pergi meninggalkan Papa"
Setelah lulus SMA, Papa akan sedikit memaksamu untuk menjadi seorang Dokter atau Insinyur.
Ketahuilah, bahwa seluruh paksaan yang dilakukan Papa itu semata - mata hanya karena memikirkan masa depanmu nanti...Tapi toh Papa tetap tersenyum dan mendukungmu saat pilihanmu tidak sesuai dengan keinginan Papa
Ketika kamu menjadi gadis dewasa....
Dan kamu harus pergi kuliah dikota lain...Papa harus melepasmu di bandara.
Tahukah kamu bahwa badan Papa terasa kaku untuk memelukmu?
Papa hanya tersenyum sambil memberi nasehat ini - itu, dan menyuruhmu untuk berhati-hati...Padahal Papa ingin sekali menangis seperti Mama dan memelukmu erat-erat.
Yang Papa lakukan hanya menghapus sedikit air mata di sudut matanya, dan menepuk pundakmu berkata "Jaga dirimu baik-baik ya sayang".
Papa melakukan itu semua agar kamu KUAT...kuat untuk pergi dan menjadi dewasa.
Disaat kamu butuh uang untuk membiayai uang semester dan kehidupanmu, orang pertama yang mengerutkan kening adalah Papa. Papa pasti berusaha keras mencari jalan agar anaknya bisa merasa sama dengan teman-temannya yang lain.
Ketika permintaanmu bukan lagi sekedar meminta boneka baru, dan Papa tahu ia tidak bisa memberikan yang kamu inginkan...Kata-kata yang keluar dari mulut Papa adalah : "Tidak.... Tidak bisa!" Padahal dalam batin Papa, Ia sangat ingin mengatakan "Iya sayang, nanti Papa belikan untukmu". Tahukah kamu bahwa pada saat itu Papa merasa gagal membuat anaknya tersenyum?
Saatnya kamu diwisuda sebagai seorang sarjana.
Papa adalah orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk tangan untukmu.
Papa akan tersenyum dengan bangga dan puas melihat "putri kecilnya yang tidak manja berhasil tumbuh dewasa, dan telah menjadi seseorang"
Sampai saat seorang teman Lelakimu datang ke rumah dan meminta izin pada Papa untuk mengambilmu darinya.Papa akan sangat berhati-hati memberikan izin..
Karena Papa tahu...
Bahwa lelaki itulah yang akan menggantikan posisinya nanti.
dan akhirnya....Saat Papa melihatmu duduk di Panggung Pelaminan bersama seseorang Lelaki yang di anggapnya pantas menggantikannya, Papa pun tersenyum bahagia....
Apakah kamu mengetahui, di hari yang bahagia itu Papa pergi kebelakang panggung sebentar, dan menangis? Papa menangis karena papa sangat berbahagia, kemudian Papa berdoa...
Dalam lirih doanya kepada Tuhan, Papa berkata: "Ya Allah tugasku telah selesai dengan baik...
Putri kecilku yang lucu dan kucintai telah menjadi wanita yang cantik...
Bahagiakanlah ia bersama suaminya..."
Setelah itu Papa hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk...
Dengan rambut yang telah dan semakin memutih....
Dan badan serta lengan yang tak lagi kuat untuk menjagamu dari bahaya....
Papa telah menyelesaikan tugasnya....
Papa, Ayah, Bapak, atau Abah kita...
Adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat...
Bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak menangis...
Dia harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu. .
Dan dia adalah yang orang pertama yang selalu yakin bahwa "KAMU BISA" dalam segala hal..
-----
Dan sungguh ketika aku mengetik ulang dan membaca kembali tulisanku ini...tanpa kusadari air mataku membasahi pipiku. Teringat akan ketidak patuhanku, tingkah laku, ucapan, atau hal-hal lain yang pernah membuat beliau kecewa. Tapi sungguh...baru kusadari sekarang...sosoknya lah yang turut membentuk karakterku...yang membentuk pemikiran-pemikiranku...yang membentuk aku menjadi Lia saat ini.
Duh Gusti...hambamu memohon...lindungi dia selalu...panjangkan usianya,berikan dia kesehatan, kebahagiaan, kesejahteraan dunia akhirat. Berikan kepada hamba kesempatan untuk dapat selalu membalas jasa-jasanya.
Dan ketika kusadari sekali lagi...setelah aku memperoleh status baruku sebagai seorang istri sekarang...Ya Rabbi Gusti...aku akan selalu memerlukan sosok seorang ayah...papa...bapak...sepertinya.
Dan aku bangga sebagai putrinya...
Dedicated to my beloved father '' Arwan Budi Santoso ''
Gusti Allah selalu bersamamu pah...
Jakarta, 07 Januari 2010
[aprilia]
Lalu bagaimana dengan Papa?
Mungkin karena Mama lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari,
tapi tahukah kamu, jika ternyata Papa-lah yang mengingatkan Mama untuk menelponmu?
Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, Mama-lah yang lebih sering mengajakmu bercerita atau berdongeng,tapi tahukah kamu, bahwa sepulang Papa bekerja dan dengan wajah lelah Papa selalu menanyakan pada Mama tentang kabarmu dan apa yang kau lakukan seharian?
Pada saat dirimu masih seorang anak perempuan kecil...
papa biasanya mengajari putri kecilnya naik sepeda.
Dan setelah Papa mengganggapmu bisa, Papa akan melepaskan roda bantu di sepedamu...
Kemudian Mama bilang : "Jangan dulu Papa, jangan dilepas dulu roda bantunya" ,Mama takut putri manisnya terjatuh lalu terluka...
Tapi sadarkah kamu?
Bahwa Papa dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu, dan menjagamu mengayuh sepeda dengan seksama karena dia tahu putri kecilnya PASTI BISA.
Pada saat kamu menangis merengek meminta boneka atau mainan yang baru, Mama menatapmu iba. Tetapi Papa akan mengatakan dengan tegas : "Boleh, kita beli nanti, tapi tidak sekarang"
Tahukah kamu, Papa melakukan itu karena Papa tidak ingin kamu menjadi anak yang manja dengan semua tuntutan yang selalu dapat dipenuhi? Saat kamu sakit pilek, Papa yang terlalu khawatir sampai kadang sedikit membentak dengan berkata :
"Sudah di bilang! kamu jangan minum air dingin!". Berbeda dengan Mama yang memperhatikan dan menasihatimu dengan lembut. Ketahuilah, saat itu Papa benar-benar mengkhawatirkan keadaanmu.
Ketika kamu sudah beranjak remaja...
Kamu mulai menuntut pada Papa untuk dapat izin keluar malam, dan Papa bersikap tegas dan mengatakan: "Tidak boleh!".
Tahukah kamu, bahwa Papa melakukan itu untuk menjagamu?
Karena bagi Papa, kamu adalah sesuatu yang sangat - sangat luar biasa berharga..
Setelah itu kamu marah pada Papa, dan masuk ke kamar sambil membanting pintu...
Dan yang datang mengetok pintu dan membujukmu agar tidak marah adalah Mama....
Tahukah kamu, bahwa saat itu Papa memejamkan matanya dan menahan gejolak dalam batinnya. Bahwa Papa sangat ingin mengikuti keinginanmu, Tapi lagi-lagi dia HARUS menjagamu?
Saat kamu mulai lebih dipercaya, dan Papa melonggarkan sedikit peraturan untuk keluar rumah untukmu, kamu akan memaksa untuk melanggar jam malamnya.
Maka yang dilakukan Papa adalah duduk di ruang tamu, dan menunggumu pulang dengan hati yang sangat khawatir...
Dan setelah perasaan khawatir itu berlarut - larut...
Ketika melihat putri kecilnya pulang larut malam hati Papa akan mengeras dan Papa memarahimu...
Sadarkah kamu, bahwa ini karena hal yang di sangat ditakuti Papa akan segera datang?
"Bahwa putri kecilnya akan segera pergi meninggalkan Papa"
Setelah lulus SMA, Papa akan sedikit memaksamu untuk menjadi seorang Dokter atau Insinyur.
Ketahuilah, bahwa seluruh paksaan yang dilakukan Papa itu semata - mata hanya karena memikirkan masa depanmu nanti...Tapi toh Papa tetap tersenyum dan mendukungmu saat pilihanmu tidak sesuai dengan keinginan Papa
Ketika kamu menjadi gadis dewasa....
Dan kamu harus pergi kuliah dikota lain...Papa harus melepasmu di bandara.
Tahukah kamu bahwa badan Papa terasa kaku untuk memelukmu?
Papa hanya tersenyum sambil memberi nasehat ini - itu, dan menyuruhmu untuk berhati-hati...Padahal Papa ingin sekali menangis seperti Mama dan memelukmu erat-erat.
Yang Papa lakukan hanya menghapus sedikit air mata di sudut matanya, dan menepuk pundakmu berkata "Jaga dirimu baik-baik ya sayang".
Papa melakukan itu semua agar kamu KUAT...kuat untuk pergi dan menjadi dewasa.
Disaat kamu butuh uang untuk membiayai uang semester dan kehidupanmu, orang pertama yang mengerutkan kening adalah Papa. Papa pasti berusaha keras mencari jalan agar anaknya bisa merasa sama dengan teman-temannya yang lain.
Ketika permintaanmu bukan lagi sekedar meminta boneka baru, dan Papa tahu ia tidak bisa memberikan yang kamu inginkan...Kata-kata yang keluar dari mulut Papa adalah : "Tidak.... Tidak bisa!" Padahal dalam batin Papa, Ia sangat ingin mengatakan "Iya sayang, nanti Papa belikan untukmu". Tahukah kamu bahwa pada saat itu Papa merasa gagal membuat anaknya tersenyum?
Saatnya kamu diwisuda sebagai seorang sarjana.
Papa adalah orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk tangan untukmu.
Papa akan tersenyum dengan bangga dan puas melihat "putri kecilnya yang tidak manja berhasil tumbuh dewasa, dan telah menjadi seseorang"
Sampai saat seorang teman Lelakimu datang ke rumah dan meminta izin pada Papa untuk mengambilmu darinya.Papa akan sangat berhati-hati memberikan izin..
Karena Papa tahu...
Bahwa lelaki itulah yang akan menggantikan posisinya nanti.
dan akhirnya....Saat Papa melihatmu duduk di Panggung Pelaminan bersama seseorang Lelaki yang di anggapnya pantas menggantikannya, Papa pun tersenyum bahagia....
Apakah kamu mengetahui, di hari yang bahagia itu Papa pergi kebelakang panggung sebentar, dan menangis? Papa menangis karena papa sangat berbahagia, kemudian Papa berdoa...
Dalam lirih doanya kepada Tuhan, Papa berkata: "Ya Allah tugasku telah selesai dengan baik...
Putri kecilku yang lucu dan kucintai telah menjadi wanita yang cantik...
Bahagiakanlah ia bersama suaminya..."
Setelah itu Papa hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk...
Dengan rambut yang telah dan semakin memutih....
Dan badan serta lengan yang tak lagi kuat untuk menjagamu dari bahaya....
Papa telah menyelesaikan tugasnya....
Papa, Ayah, Bapak, atau Abah kita...
Adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat...
Bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak menangis...
Dia harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu. .
Dan dia adalah yang orang pertama yang selalu yakin bahwa "KAMU BISA" dalam segala hal..
-----
Dan sungguh ketika aku mengetik ulang dan membaca kembali tulisanku ini...tanpa kusadari air mataku membasahi pipiku. Teringat akan ketidak patuhanku, tingkah laku, ucapan, atau hal-hal lain yang pernah membuat beliau kecewa. Tapi sungguh...baru kusadari sekarang...sosoknya lah yang turut membentuk karakterku...yang membentuk pemikiran-pemikiranku...yang membentuk aku menjadi Lia saat ini.
Duh Gusti...hambamu memohon...lindungi dia selalu...panjangkan usianya,berikan dia kesehatan, kebahagiaan, kesejahteraan dunia akhirat. Berikan kepada hamba kesempatan untuk dapat selalu membalas jasa-jasanya.
Dan ketika kusadari sekali lagi...setelah aku memperoleh status baruku sebagai seorang istri sekarang...Ya Rabbi Gusti...aku akan selalu memerlukan sosok seorang ayah...papa...bapak...sepertinya.
Dan aku bangga sebagai putrinya...
Dedicated to my beloved father '' Arwan Budi Santoso ''
Gusti Allah selalu bersamamu pah...
Jakarta, 07 Januari 2010
[aprilia]
Langganan:
Postingan (Atom)