Arwan B. Santoso adalah asal muasal terciptanya seorang WD Aprilia.
Anak ke dua dari enam bersaudara.
Asal dan asli dari Salatiga, Jawa Tengah.
Kelahiran 24 April
Aries
...
Harus ada sambel dan garam di meja makan.
Harus ada kopi dan teh tiap pagi dan sore hari.
Dan mulai merokok udah sejak kelas 6 SD ( weeew...what's the hell is that?)
Beliau orang nya lempeng, humble dan humoris.
Sedikit keras kepala, sportif, penyayang
Straight as an arrow kata orang bule.
Lurus cenderung polos alias mungkin mudah dibohongi.
Lurus sehingga sulit untuk belak belok alias sulit untuk reaktif dan adaptif.
Lurus sehingga omongannya seringkali tidak ada bumbu manisnya.. kadang yg kayak begini bisa menyakitkan…khususnya untuk orang yang belum begitu mengenal
Tapi begitu mengenal beliau...
Jangan dikira dunia persilatan bakal adem ayem dengan bahan becandanya.
....
Satu kalimat yang pertama kali diucapkan setiap kami bertemu '' Piye nok cah ayu...'' sambil mengusap rambut dan kepalaku ketika aku mencium tangan dan sungkem bakti kepada beliau seperti beberapa waktu yang lalu pada saat aku pulang kerumah.
Masih seperti dulu....ayahku yang sebenar-benarnya
Sepanjang perjalanan dari bandara kerumah, selalu ada saja komentar pedas dan menggelikan yang beliau ucapkan.
Dan masih tetap nggak sabaran ketika di dalam mobil atau dijalan.
Maklum, daridulu terbiasa mengemudi sendiri tapi belakangan kami memutuskan untuk memakai jasa sopir.
Tiba tiba teringat cerita pada beberapa waktu yang lampau
'' Papa habis mukulin orang...'' katanya pas di meja makan waktu itu.
Terakhir kali mukul orang, adalah ketika beliau lagi berjalan di pinggir jalan.
Beliau melintas mobil yang sedang di parkir.
Ketika melewati pintu supir, tiba tiba pintu terbuka dan menabrak tangannya.
Orang yg didalam nampaknya buka pintu nggak ngeliat ada orang.
Beliau kaget, tapi masih gak kenapa kenapa.
Tiba tiba si pengendara mobil, seorang remaja berumur 20an langsung keluar dan membentak beliau gini..
“JALAN PAKE MATA DONG... JANGAN SEMBA...… >CEPROT..!!!
kepalan tangan papa udah mendarat di muka pemuda tengil itu sebelum dia sempet nyelesaiin kalimatnya ....HAHAHAHAHAHA
Dan papa bilang, semua itu refleks.
Dan aku berpikir ...waduh ...bahaya juga...karena notabene beliau kurang bisa mengontrol emosinya.
Apalagi untuk satu hal yang menurut beliau principal.
Dan ketika kami sampai dirumah, kebetulan pembantu yang membukakan pintu
seisi rumah memang sedang hibernasi alias tidur siang..
Melihat rumah yang sepi beliau bergumam
“Sepi amat ni rumah… dunia berhenti apa ya disini?”.
'' Ini bener rumah saya kan mbak? ''
"...??????? " pembantu cuma nyengir sambil sungkan dan pergi membawa tas ku ke dalam.
kalau dijawab bakalan panjang commentnya nanti....hehehe.
...
Hobby nya membaca dan menulis
Sampai koran bekas dan majalah usang pun masih beliau baca juga
Biasanya sambil ditemani kopi, satu toples kacang atau camilan, dan rokok.
I can't stop reading ....he said.
Suatu hari nanti aku ingin membuat biografi tentang perjalanan hidupku, katanya
Kami meng-amin-i dan mensupportnya
Tapi sampai detik ini aku pun belum pernah mendengarnya lagi
even judulnya pun belum ....hehehe
mungkin beliau sudah lupa
....
Semua cucunya memanggil dengan sebutan '' papa '' juga
Yang sebenarnya beliau sangat ingin sekali dipanggil dengan '' eyang kakung '' hehehe
Papaku...
Sosok ayah dan kakek yang sangat luar biasa bagi kami
Sifatnya yang keras namun toleran, loyal dalam pertemanan, sportif, jujur, humoris dan masih banyak lagi hal yang menarik di dalam dirinya.
.....
I owe him that much.
I love him...very much
Its the least i can do.
Dengan menulis sedikit cerita tentang dirinya disini.
Untuk sedikit membantu mewujudkan keinginannya bikin biography.
I know time is ticking away.
Tuhan, jagalah dia untukku...
…
2009.
Its the year where i turn 26.
I will win in 2009....for him
And so will my father.
We will win our DREAMS in this year
Jakarta, 12 Januari 2009
[aprilia]
.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar