Kadang orang salah menilai aku.
Mereka pikir aku ngotot dan gak mau kalah.
Mungkin mereka benar, tapi ada kemungkinan mereka juga salah.
“Ngotot” adalah sebuah kata yang menurutku positif.
Persamaan katanya mungkin “Persistent”
Bahkan aku berani bilang kalau “ngotot” adalah yang membawaku ke titik ini.
Which I might add is really heading the way I want it to.
Cuma mereka sering kali menilai aku ini gak mau kalah.
Untuk yang ini, aku punya alasan.
Orang tuaku menanamkan prinsip “Berani karena benar” ke dalam diriku, terutama ayahku.
Menurut dia, kalau benar kenapa harus takut?
Kalau benar mengapa harus ragu?
Dan karena benar akan selalu relatif maka kapanpun juga orang akan mempertanyakan apa yang benar dan apa yang tidak.
Itulah yang selalu aku lakukan.
Masalahnya, aku adalah tipe orang yang kurang nyaman melihat sesuatu yang salah.
Kepada diri sendiri dan anehnya, juga kepada orang lain.
Kalau pada saat itu aku tahu orang itu melakukan kesalahan, maka sebisa mungkin aku harus bilang.
I am actually doing that peoples a favor.
Daripada dia kejebak selalu mengulang kesalahan yang sama karena tidak ada yang pernah bilangin maka lebih baik aku bilang kalau dia salah.
Masalah pada akhirnya dia setuju atau tidak dengan pendapatku itu silahkan dia yang memutuskan nantinya.
Paling tidak, ada yang pernah bilang ke dia kalau dia salah.
Dan, hampir bisa dipastikan, kalau aku yakin dia salah, maka aku akan “ngotot” dalam bilang bahwa dia salah.
Kalau aku tahu yang benar, maka dengan “ngotot” juga aku akan bilang yang menurutku benar.
Mengapa?
Aku berani karena benar.
Dan aku ga mau dia mengulang kesalahan yang sama.
Ini sering kali terjadi, seperti contoh pada kasus dimana temenku mau buat kuis tentang Captain Hook-nya Peterpan di pesta ulang tahun sepupuku. Dia mau masukin clue yang bilang bahwa tokoh ini sebelah matanya ditutup. Dan aku langsung berpikir “Wah, ini bisa misleading karena faktanya adalah, Captain Hook tidak pakai penutup mata'.
Tapi ketika aku coba ungkapkan kebenaran yang aku tahu, mereka sama sama berpendapat bahwa Captain Hook pakai penutup mata. Baru setelah aku buka website dan foto fotonya, mereka tahu bahwa Captain Hook tidak pakai penutup mata.Ternyata mereka terjebak dengan gambaran Bajak Laut selalu matanya nutup sebelah.
Itu salah satu contoh sepele yang kadang bikin aku ngotot juga...
Kayaknya ada sesuatu yang ngeganjel aja kalau belum bisa buktiin apakah suatu hal ataupun hanya sepatah argument itu memang bener atau salah sebelum aku membuktikan sendiri.
Nah, kalau udah kayak gini, jelas aku yakin dengan kebenaran yang aku tahu.
Dan aku punya hak untuk meluruskan apa yang menurutku itu salah.
DALAM HAL APAPUN
Even itu orang tuaku sendiri
Salah kah aku kalau aku membela apa yang sebenarnya BENAR?
Salahkah kalau aku mau mengingatkan orang ketika dia melakukan kesalahan?
Atau haruskan aku mengalah dan mengaku salah demi orang lain tidak mencercaku?
Lebih baik aku jujur dan terhina daripada aku bohong agar diterima masyarakat.
Berlebihan?
Nggak juga, inilah yang namanya “Ngotot”
At least ....this is ''ngotot'' in my version
So, seberapa ngototkah kamu untuk berkata Benar atau Salah?
Jakarta, 8 Januari 2009
[aprilia]
Tidak ada komentar:
Posting Komentar