Tentang Ku...

Dear Guest,

Welcome to apriliahoney.blogspot.com

Blog ku ini berisi tentang apa yang pernah dan sedang aku rasakan, lihat, dan dengar. Aku tidak menganut paham tertentu dalam membuat tulisan-tulisannya. Semua aku biarkan mengalir begitu saja. Karena disitulah aku menemukan kemerdekaan..kemerdekaanku dalam mengungkapkan semua perasaanku, hasratku, citaku, dan cintaku.

Selamat membaca...semoga apa yang aku tulis didalamnya dapat memberikan kesan dan menginspirasi anda.

Wish you have a wonderfull day...Thanks for coming !

Regards,

Aprilia

Senin, 19 Januari 2009

Lesson in... (marriage)

Aku baru menyadari…dan sedikit merenungi

setelah...

membaca sebait lirik dari lagu KEMBALI TERTAWA milik pandji pragiwaksono, gini liriknya...

“Walau Ayah Ibu bukan pasangan sempurna, tapi percaya Ayah Ibu orangtua luarbiasa…”

Dan akupun berpikir...apa yang sebenarnya terjadi?

Apa yang terjadi dalam perceraian?

Dan kembali melihat sekeliling dan merenungi

….

Disekitarku banyak sekali temen atau relasi yang bercerai….

Ngga usah jauh-jauh deh...di infotainment aja tuh...bejibun...

Mereka yang menikah pada tahun kemaren, tahun ini atau setelahnya...

Dan pertanyaanku adalah...

Apa yang terjadi?

Love died so soon?

Akupun berpikir

dan berpikir

dan berpikir

Dan ketemulah jawabannya.

(mungkin...)



Diluar masalah ketidak cocokan

Diluar masalah keuangan

Diluar masalah klasik perceraian…

Aku pikir bahwa ketika suami istri telah menjadi orang tua, kadang mereka meninggalkan dan tidak mau menyempatkan diri untuk tetap menjalankan ritual sebagai suami istri.

They got caught up in being parents that they forgot they still have to mantain their relationship as husbands and wives.

Sibuk kerja, ngurus anak, di akhir hari keduanya terlalu lelah untuk ngapa ngapain.



Terlalu sibuk misalnya untuk makan siang bareng… nonton bareng.. melakukan ritual yang biasanya mereka lakukan as couples.

Alasannya biasanya banyak dan sangat bisa dipahami.

But i come to think that at times like life, you have to fight for your relaltionship.

When you have a child, you will still have to remember that not only you are a parent… you are also a husband to your wife, or a wife to your husband…

There for, act like one…

Act like you are a husband to your wife and a wife to your husband.

Yes, you are a father now, but you are a husband first before that.

Yes, you are a mother now, but you are a wife first.









(i'm speaking with myself guys...)

Bener gitu nggak ya...?

Terimakasih ya Allah telah Kau berikan orang tua dan keluarga yang Luar Biasa untukku...

I Love my parents so much...

I Love my family's so much...

At least...start from now...aku juga harus banyak belajar dan mempersiapkan dari apa yang aku lihat dalam sebuah pernikahan...

I know its too complicated for explain...

I just speaking with myself...

So quiet here...




Jakarta, 20 Januari 2009
[aprilia]

2 komentar:

DAFFA mengatakan...

Bapak ku menurut ku adaalah orang yg paling sabar dan yg paling tegas yg pernah kutemui dalam hidupku.. aku pernah bertanya kepada ayah.. kenapa sich ayah sangat bersabar sama ibu?? Ayah ku bilang .. ketika ayah akan marah2 sama ibu terhadap suatu hal yg menurut ayah tidak benar.. ayah selalu mencoba untuk mengingat ingat kebaikan kebaikan yg selalu ibu lakukan terhadap ayah termasuk melahirkan anak2 ayah-ibu serta mengurusnya .. dan apa yang telah ibu lakukan yg menurut ayah tidak benar itu.. sama sekali tidak ada apa2nya dibandingkan semua kebaikan yg telah ibu lakukan..

mendadak.. aku jadi teringat cerita Umar Bin Khattab dan istrinya setelah alm ayah berbicara seperti itu..
jadi apa maknanya... ada beberapa hal yg sangat penting dalam pernikahan menurut ku.. diantaranya :
- hidup selalu seperti roda yg berputar.. kadang di atas kadang dibawah.. sebelum menikah kedua pasangan harus sadar akan hal ini dan bertanyalah pada masing2 dapatkah mereka berdua menjalankan hidup sebagai suami-istri bila roda itu berputar semakin kencang?
- apakah tujuan mereka untuk menikah? apakah hanya untuk meng-halal kan kepuasan nafsu belaka terhadap pasangannya ? ataukah mereka benar2 ingin menjalankan amanah Tuhan YME?
- sadar dan berbagi tugas mengenai kehidupan berkeluarga.. karena masing2 berperan sangat penting dalam membentuk sebuah keluarga..
- komunikasi adalah sebuah hal yg tidak bisa dipungkiri harus selalu ada dalam keluarga.. karena ini adalah dasar untuk membuat pengertian.. komunikasi tidak hanya dalam bentuk obrolan sore.. atau jalan2 dan menonton atau hal lainnya yg sepertinya enak2 saja.. tetapi komunikasi dapat berbentuk luapan emosi ( tp terkendali ) ,belaian rambut , tatapan mata dan hal lainnya yang mungkin kita sebagai pasangannya merasa risih ataupun marah.. tetapi kita harus bisa mengambil maknanya.. bahwasanya pasangan kita sedang berusaha komnukasi dengan kita.. dan kita harus bisa berkomunikasi kembali dengannya dengan cara yg baik.. maka akhirnya pengertian itu bisa tercapai.. dan pengertian bukan berarti masalah terselesaikan.. bisa saja pengeertian itu adalah maaf,menerima hal2 yg mungkin kita tidak bisa terima atau sebagainya..
- dan banyak hal lainnya yg kita harus bekali dulu sebelum kita menikah.. inti nya.. Rosulullah dan sahabat2nya banyak memberikan contoh dalam kehidupannya yg harus kita teladani
itu aja sich
sorry, kalo ada yg tidak sesuai pemikirannya dari lia serta teman2 yg lain

APRILIA HONEY mengatakan...

Dear Daffa,

Great...
Banyak cerita dan kisah yg bisa kita jadikan suri tauladan, contoh terdekat dari orang tua kita.

Syukur Alhamdulillah...Allah SWT telah memberikan saya orang tua dan keluarga yang luar biasa dan menjadikan saya sebagai bagian dari keluarga mereka dan menjadi anak mereka. Kebahagiaan memiliki mereka tidak dapat ditukar dengan apapun.

Semoga kita diberi kesempatan untuk dapat selalu berbagi kebahagiaan dengan sesama. InsyaAllah...

Thanks for comment and sharing. Have a lovelly days...

Salam,
Aprilia